Sebenernya gw udah mau nulis dari hari sabtu kemaren, tapi ternyata baru ada waktu sekarang.
.
Hari sabtu kemaren, gw kena sial banget. -_-"
Pertama, gw berniat ke inten untuk tambahan fisika (dan matematika), tapi ternyata, pas gw udah di jalan, temen gw sms, 'Teman-teman, hari ini tambahan fisika di batalin karena pak Ramli lagi ada urusan.' Ya ampun.
.
Ya udah deh, gw tetep jalan karena nggak mungkin kan, gw pulang lagi.
Sampe di inten, ternyata belom ada orang, dan gw bingung, harus ngapain, karena tambahan matematika baru di mulai jam 12 siang. Aaahh~ Kesialan gw yang pertama.
.
Terus, akhirnya gw mutusin buat jalan dulu ke gramed Matraman. Sebenernya gw lupa-lupa inget angkutan nomor berapakah yang harus gw naekin kalo gw mau ke gramed.
Akhirnya gw naek metromoni nomor 46. Dan gw turun di tempat yang belum seharusnya. Sebenernya gw udah bener tuh naek 46, tapi gw salah turun.
.
Lalu gw mutusin buat naek transjakarta aja, karena gw lumayan tau rutenya.
Tapiii.. ternyata gw salah naek, dan gw terbawa sampe Manggarai.
Alamak.. Iki piye atuh, neng gelis? Kau udah tinggal di Jakarta selama 18 tahun, tapi kenapa jalan aja masih ngaco?
Gw ngerasa bego banget saat itu.
Salah apa gw sampe bisa kena sial lebih dari 1x dalam hari itu
-__-
.
yah, untungnya gw berhasil sampai dengan selamat di Gramed, dan berhasil sampai kembali di inten UNJ dengan selamat.
Thanks, God.
Selasa, 21 September 2010
Kesialan gw hari Sabtu kemaren
Diposting oleh Shabrina Ambarsari di 02.15 0 komentar
Minggu, 05 September 2010
Salah satu coretan fanfiction yang pernah gue bikin
Well, ini salah satu fanfic oneshoot yang gue bikin waktu awal" tau fanfiction.net.
“GIN! Kau mau pergi lagi? Kenapa? Dulu kau meninggalkanku waktu kita masih tinggal di Rukongai. Sekarang, ketika kita sudah bertemu lagi di Gotei 13, kau mau pergi lagi, meninggalkanku?” teriak wanita berambut orange kecokelatan itu, Rangiku Matsumoto. Perlahan tapi pasti, air mata nya mulai mengalir turun dari mata abu-abu nya.
Treasure in my life
A feeling I can't hide from you
That you're the only one
You're the one and only
Pleasure in my life
A feeling that goes on and on
And you're the only one
“Terima kasih, Matsumoto..”
Keadaan Matsumoto membaik. Setidaknya tidak ada lagi tangisan. Tidak ada sedu sedan. Memang wajahnya masih menunjukkan kesedihan, tapi itu sudah mulai berkurang. Memang masih belum ada teriakan yang menggema di koridor batalion 10, tapi setidaknya, tidak terdengar lagi tangisan. Sepertinya semangat yang Hitsugaya berikan pada Matsumoto mulai bermanfaat bagi Matsumoto.
Shuuhei, Kira dan Hinamori sedang berbincang-bincang di sungai dekat Rukongai..
Shuuhei: “Sepertinya keadaan Rangiku-san terlihat lebih membaik..”
Hinamori: Syukurlah. Aku khawatir sekali dengan keadaannya. Selama 2 tahun dia tidak menunjukkan ekspresi ceria lagi. Yah, mungkin dia memang depresi karena ditinggal oleh Ichimaru taichou.. Tapi.. Aku tak menyangka kalau keadaannya separah ini.
Kira: Apa saja ya, yang sudah dikatakan oleh Hitsugaya taichou pada Rangiku-san, sehingga sikap Rangiku-san yang sudah 2 tahun ini berubah, mulai berubah kembali seperti biasa?
Hinamori: Ngga tau, Shiro-kun nge gombal, kali. Haha..
Kira dan Shuuhei langsung ketawa. Yah, setau mereka, kan, Hitsugaya ngga bisa nge gombal..
5 menit setelah berjalan, Hitsugaya dan Matsumoto sampai di tepi sungai..
“Ya, taichou. Emang kenapa?”
Diposting oleh Shabrina Ambarsari di 19.10 0 komentar
Rabu, 01 September 2010
Pesantren kilat 2010
Oke, ini yang ke 3 kali nya gue ikut pesantren kilat (sanlat) di 21. Awalnya memang gue udah nggak mau ikut karena, jujur dari hati gue yang paling dalem, gue ga siap jadi seorang mentor. Tapi pada kenyataannya, gue ikut. Yah, sebagian hati gue bilang, apakah gue siap? Sebagian lagi bilang, coba aja, kenapa nggak?
Akhirnya gue nyoba deh.
Sanlat kali ini emang beda dari 2 tahun sebelumnya. Suram. Kalo dari kelas X gue ikut sanlat di luar kota, sanlat kali ini di adakan di sekolah. Menderita bener. Katanya uang yang harusnya buat sanlat, udah di pake buat ESQ. Untungnya cuma 1 malem.
Sejujurnya, kesan untuk sanlat kali ini kurang. Karena waktunya yang sangat padat, gue merasa makna kebersamaannya kurang banget. Gue nggak tau sih kalo yang laen.
Gue nggak nginep di sekolah. Trauma 2x nginep di sekolah, nyamuknya banyak parah. =="
Tapi tadi pagi, gue dateng, ternyata para panitia masih klenger karena kecapekan.
Well, sekali lagi, untung cuma 1 malem. gimana kalo 2 malem, ya?
Tapi, syukurlah semua berjalan dengan lancar, walau gue denger, ada panitia yang marah" karena berisik.
Lalu isu lagi, katanya pas malem, ada kuntilanak yang ikutan "jaga"..
Diposting oleh Shabrina Ambarsari di 20.46 0 komentar
Jumat, 27 Agustus 2010
She's my angel :D
Waktu terus berlalu, seakan tak pernah menunggu kita.
Sifatmu sudah kembali seperti biasanya.
Aku kembali mendengar tawamu, yang selalu kau perdengarkan.
Kau menerimaku sebagai pengganti laki-laki yang dahulu pernah kau cintai itu.
Aku senang sekali ketika melihatmu kembali seperti kau yang dulu,
Yang nggak kenal akan "kesedihan".
Kurasakan bahwa perasaanku padamu semakin dalam.
Kau juga menunjukkan bahwa kau memberi rasa padaku.
Pelukanmu, tawamu, ingatanmu tentang hari-hari penting yang terjadi diantara kita.
Kau menerimaku ketika aku memintamu menjadi pendamping hidupku
Senang? Tentu saja.
Sekarang aku benar-benar tak bisa hidup tanpa dirimu. Tidak dengan yang lain.
Banyak yang berkata, 'Seorang komandan jatuh cinta pada wakilnya sendiri?'
Atau, 'Apakah dia serius?'
Serta kalimat-kalimat lain yang kurang enak di dengar.
Tapi di sisi lain, banyak juga yang berkata, 'Congrats, komandan, kau sudah menemukan seseorang yang menjadi belahan jiwamu'
Atau, terkadang aku mendengar bawahan kita berkata padamu, 'Hey, letnan, selamat, ya!'
Yah, semua orang yang dekat dengan kita, mengucapkan selamat pada kita.
Kini kita tinggal melangkah ke hubungan yang lebih serius.
Mudah-mudahan rasa yang ada akan selalu ada selamanya.
:)
Diposting oleh Shabrina Ambarsari di 20.26 0 komentar
puisi -gaje-
Kadangkala, aku emang kesel mendengar ocehanmu yang tidak jelas itu.
Kadangkala, aku emang marah-marah ke kamu.
Kadangkala, aku sering berteriak padamu mengenai paperwork-paperwork yang menumpuk itu
Kadangkala, aku nggak suka dengan pelukan mautmu itu.
Tapi di sisi lain, aku merasa ada yang hilang kalau nggak mendengar suaramu.
Aku memang marah-marah ke kamu,
Tapi, itu cuma kedok agar aku bisa selalu dekat denganmu.
Walau aku nggak suka akan pelukan mautmu itu,
Tapi aku juga nggak bisa menolaknya.
Senyummu,
Tawamu,
begitu mengalihkan semua yang ada dalam pikiranku.
Aku sedih ketika melihatmu menangis.
Aku bingung, bagaimana cara mengembalikan senyummu yang biasanya mengalihkan duniaku itu.
Aku selalu ingin bisa membantumu.
Ketika kau bilang ada dari separuh jiwa mu yang pergi dengan laku-laki itu.
Aku bersedia menggantikannya.
Aku bersedia untuk menjadi separuh jiwamu yang hilang itu.
Aku selalu rindu dengan canda dan tawa yang selalu kau perdengarkan.
Mungkin kau memang menyebalkan, tapi kau lebih menyebalkan kalau kau menangis terus.
Aishiteru.. :'D
Diposting oleh Shabrina Ambarsari di 19.45 0 komentar
Kamis, 26 Agustus 2010
Fanfiction
Humm.. Memang baru 3 bulan terakhir ini gw gabung di fanfiction. Yaa, selama ini gw emang ga pernah berani mengungkapkan cerita-cerita gw, ide-ide gw ke khayalak ramai (apaan, sih??). Gw bikin fanfiction cuma buat diri gw sendiri, menyalurkan apa yang ada dalam pikiran gw saat itu, ke dalam sebuah cerita, karena gw emang ngga jago gambar. Karakternya, memang gw angkat dari anime yang gw suka. :D
Yah, mulai dari Yu-Gi-Oh!, Detective Conan, Kindaichi, DDS, Bleach, dll, dll. Tapi sekarang gw sedang aktif di fandom Bleach -yang ceritanya ngajak ribut tapi seru-.
Gw ngikutin manga bleach di mangastream, dan sejujurnya gw agak kecewa dengan jalan ceritanya. Pairing yang bagus-bagus kok mati semua? Kayak Gin, ulquiorra.. Yaa untuk GinMatsu sih, gw memang lebih prefer ke HitsuMatsu.
-di gampar oleh fans nya GinMatsu en HitsuHina-
hwehehe.. Saya tidak akan membashing suatu pair/chara kok, karena setiap orang kan berhak untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing.
Oke, balik ke fanfiction.
Apa yang membuat gw selalu ingin menyelesaikan suatu fic?
jawabannya cuma 1: REVIEW.
Setiap orang pasti seneng kan, kalo karya nya di hargai?
Ya, begitu juga dengan gw.
Pada awalnya, review yang masuk memang sedikit karena gw bikin cerita yang oneshoot. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, gw mencoba bikin cerita dengan beberapa chapter. Sampe sekarang, yang bener-bener bikin gw seneng karena banyak review yang masuk, adalah BleachMegaplex.
Memang fic ini adalah sebuah ide dari adik gw. tapi ide itu gw kembangin sendiri untuk menjadi suatu fiction yang memang benar-benar bergenre humor. Karakter dari Bleach gw buat menjadi out of character aslinya.
Alhasil, memang banyak yang tertarik karena cerita nya kocak. tapi di sisi lain, sebenernya agak susah untuk mencari celah agar sinkronisasi ceritanya pas, serta pemotongan cerita yang akan membuat orang lain penasaran.
Tapi, thanks God, ide-ide itu datang dengan sendiri nya. :D
Salah satu temen gw dari fanfiction.net, Mbak Nawa, sekarang kehilangan ide-ide untuk bikin sebuah fic baru. padahal kalo gw liat, cerita nya dia itu menarik sekali.
Yah, gw memang selalu berharap ngeliat fic humor dari dia lagi.
Well, well, mungkin nggak guna juga gw nulis begitu di sini, karena mbak Nawa sendiri nggak bakal mampir ke blog gw, kan? yah, gw berharap sih dia bakal bikin yang baru. :))
Diposting oleh Shabrina Ambarsari di 01.24 0 komentar
Jumat, 06 Agustus 2010
21 lagi..
Oke, tahun ini adalah tahun ke 3 gw sekolah di SMA negeri 21. Sekolah yang awalnya gw bilang bagus, cukup punya 'nama' di Jakarta. Gw masuk 21 karena 1 alasan yang cukup membuat gw dan keluarga gw sedih kalo gw tetep di Penabur..
Tahun pertama, gw masih bener-bener mengexplorasi sekolah ini. Gw ikutin beberapa eksul yang bener-bener eksis, kayak basket dan paskibra. Yang terakhir taekwondo.
Tapi di ekskul basket, gw cuma bertahan 1 tahun karena di kelas XI, gw ada les di hari Jumat..
Paskib juga.. Gw merasa ngga berguna banget, karena pengetahuan gw tentang paskib tuh pas-pasan banget..
Tahun kedua, gw mulai ngerti sekolah gw tercinta ini.
Perubahan yang di lakukan sekolah menuju yang lebih baik, tidaklah banyak. Gw mulai merasa, 'duh, pelit banget sih, 21 ini. apa-apa mesti bayar, minta ini, minta itu, sama orang tua murid. Emang ngga malu, ya?'
Tahun ketiga ini, SMA negeri 21 jadi sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Tapi, fasilitas yang ada tuh ngga memadai sama sekali. Uang sekolah doang yang naek, lama-lama 21 jadi Rintisan Sekolah BERTARIF Internasional.
Sejujurnya gw sedih banget karena perubahan yang ada tuh lambat banget. Terkadang gw iri sama anak-anak sekolah swasta, kayak Penabur, ato SMA negeri 8, deh, yang cukup bermodal untuk bikin acara-acara bermanfaat.
Dalam hati gw berkata, 'nanti kalo gw udah jadi orang berada, gw bakal bantu 21 deh, biar fasilitasnya bisa jadi lebih bagus dari sekarang.'
AMIN.
Cukup banyak kekurangan yang ada di SMA negeri 21, antara lain:
1. Terkadang guru-guru yang ada di 21 itu males ngajar (yaa, ngga semua, sih).
2. Ada juga guru yang ngajar nya ngga enak (ngga semua juga, sih. Yang ngajarnya enak juga banyak).
3. Ada guru yang sok tahu dan ga mau di salahin (cuman 1 guru sih yang gw tau, yang laennya mau kok di koreksi kalo ada kesalahan).
4. Fasilitas untuk jadi RSBI itu kurang banget :(
Kemana nih duit pangkal yang udah kita bayar waktu kelas 1 dulu?
5. Pulang nya terlalu sore, jadi pas jam pelajaran terakhir, anak-anak nya udah pada ngga konsen lagi.
Tapi di sisi laen, sekolah gw tercinta ini punya kelebihan di mata gw..
1. Walau murid-muridnya berasal dari suku yang berbeda-beda, tapi mereka semua membaur jadi 1. Biar beda agama, suku, dan ras nya pun, ngga ada tuh yang pilih-pilih temen.
2. Di 21 gw belajar banyak tentang persahabatan, bagaimana menyelesaikan suatu masalah, dan yang terakhir adalah AGAMA.
Sepanjang hidup gw, gw menghabiskan waktu belajar gw di BPK PENABUR. Jelas sekali agama yang diajarkan berbeda dengan agama yang gw anut sekarang.
3. Di 21 juga gw belajar untuk menjadi seorang yang dewasa, yang bisa adil, walau pun itu susah banget. Gw yang egois, gw yang mau menang sendiri, masih belom bisa gw lepasin.
4. Gw ngedapetin temen yang bisa gw ajak cerita, gw ajak bercanda. Kalo di penabur, temen gw ngga sebanyak di 21..
5. Gw belajar untuk berorganisasi di ROHIS. Memang ngga terlalu berpengaruh, tapi setidaknya gw belajar untuk mengatur jadwal, bedisiplin waktu (di sanlat, TA, dll)
Lalu, gw juga menemukan lagi "bakat" gw yang sempet gw tutup, yaitu nulis.
Gw lebih mencurahkan itu dengan bercerita pada temen gw, tapi gw sadar terkadang itu ngga efektif. Bisa aja kan, temen kita itu ngebocorin rahasia kita..
Gw mulai aktif lagi saat gw bikin account fanfiction, yang terinspirasi dari salah satu senior gw, kak Luthfia Nadia. Dia ikut Rohis, dia ikut sanlat, tapi kenapa gw baru tahu dia pas akhir-akhir ini aja, ya? Hehe
Thankyou banget loh, kak. Dari fanfiction itu gw bisa mencurahkan masalah yang ada di hidup gw. :D
Lalu, Thankyou GOD, biarpun gw di kasih bakat untuk menggambar yang pas-pasan, tapi Kau memberikan gw kemampuan untuk merangkai kata-kata menjadi kalimat, merangkai kalimat menjadi paragraf, dan merangkai paragraf menjadi sebuah karangan fanfiction yang bisa menghibur orang banyak.
Okey, untuk hari ini, itu yang pengen gw share di blog gw ini ^^
Diposting oleh Shabrina Ambarsari di 17.33 0 komentar
