THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Senin, 02 Juli 2012

Penantian


Katekyo Hitman Reborn belongs to Amano Akira.
Song "Tinggal kenangan" belongs to Caramel.

In this fic, arcobaleno is back in their adult state. Setting: Ten years later. Tsuna and his guardians already grow up, and Tsuna finally accept (and officially) that he's Vongola Decimo. Tsuna's nature never change, he always soft-hearted and doesn't want to make Lambo, the lightning guardian, fight. But if it is a must – no choice then.

Eeeh – Sebenernya ini fic bahasa Indonesia kok! Tadi Cuma intro-nya aja sedikit. So, let's the story begin.

Pernah ada rasa cinta antara kita kini tinggal kenangan
ingin kulupakan semua tentang dirimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh bintangku
Pertarungan itu seakan tidak pernah hilang dari ingatan Lal. Yah, pertarungan besar lagi. Kali ini melibatkan seluruh anggota Vongola, termasuk Varia dan arcobaleno. Arcobaleno yang sudah kembali ke tubuh asal mereka.
Flashback mode: ON
"Maaf, Colonello, Lal, aku harus pergi membantu Gokudera dan Lambo," ucap Tsuna pada Colonello dan Lal.
Mereka sedang menghadapi musuh yang kuat saat itu, namun Tsuna harus pergi untuk membantu storm dan lightning guardian yang sudah (cukup) kesulitan menghadapi tangan kanan dari si bos musuh.
"Okay, hati-hati, Decimo," balas Colonello sambil menghindari serangan yang ditujukan padanya.
"Hn," kata Tsuna, mengangguk, lalu melesat menghampiri Gokudera dan Lambo.
"Colonello! Jangan lengah!" teriak Lal.
"Ups—" Colonello masih bisa menghindari serangan yang diluncurkan padanya dengan mulus.
Singkat cerita – Colonello dan Lal berusaha bertahan dalam melawan naga-naga ganas yang dimunculkan oleh si pengendali naga itu.
"Lal, kau sendiri yang berkata bahwa kita tidak boleh lengah, tapi kau malah membuka celah bagi mereka untuk menyerangmu," protes Colonello.
Lal terkejut melihat serangan telak itu – sudah tidak mungkin lagi untuk menghindar. Akan tetapi, sepersekian detik kemudian, ia tidak merasakan serangan itu mengenai tubuhnya. Dan Lal langsung menyadari bahwa Colonello mendorong dirinya agar tidak terkena serangan itu – akan tetapi, Colonello tidak dapat menghindar. Dan Colonello jatuh ke jurang yang tidak berujung itu.
"COLONELLOOOO~!" Lal berteriak memanggil pria berambut kuning itu.
Colonello menghilang di depan matanya. Dan air mata tidak dapat lagi dibendung oleh Lal.
Flashback mode: OFF
Dua bulan sudah berlalu sejak pertarungan itu. Vongola, Varia, dan Arcobaleno menang dengan susah payah. Kekuatan musuh baru itu jauh lebih hebat dibanding Byakuran.
Mengingat masa-masa itu, air mata Lal menetes perlahan.
"Lal? Lal? Kau ada di dalam?" terdengar suara ketukan pintu dari luar. Bianchi.
"Hmm? Ada apa, Bianchi?" tanya Lal.
"Makan malam sudah siap, mereka semua menunggumu."
"Oh. Baik, tunggu sebentar!"
=O=
"Lal," Panggil Tsuna.
"Hmm?" jawab Lal singkat.
"Masalah itu lagi?" Tanya Tsuna sambil menekankan pada kata "itu". Mereka pasti tahu apa yang Tsuna maksudkan.
"Bagaimana kau tahu?" Lal bertanya balik.
Tsuna hanya mengangkat bahu. Seluruh orang yang tinggal di headquarter itu tahu bahwa Tsuna memiliki super intuition yang sangat jarang salah.

jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh kekasih
jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh kekasih
Foto itu masih saja bertengger manis di meja yang terletak di samping tempat tidur Lal. Fotonya dengan Colonello ketika sedang latihan di tengah hutan. Yah, hal itu memang terjadi sebelum mereka menjadi arcobaleno, tapi hubungan mereka tidak memburuk setelah itu. Masih saja sering bertengkar – walau pada akhirnya mereka akur kembali.
"Hei Colonello, kau dengar? Kau tidak seharusnya meninggal. Apalagi meninggal karena aku. Aku yang seharusnya diserang oleh monster itu, kan? Dasar kau baka, tidak akan pernah berubah sampai kapanpun," ucap Lal kepada Colonello yang ada di foto itu. Tidak ada yang tahu apakah Colonello akan mendengarnya.

pernah ada rasa cinta antara kita
kini tinggal kenangan
ingin kulupakan semua tentang dirimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh bintangku
Di dunia ini memang tidak ada yang abadi. Semua tahu akan hal itu, tak terkecuali Lal. Tapi ia merasa, Colonello tidak harus meninggal dengan cara seperti itu. TIDAK karena harus melindungi dirinya.
"Hei Lal, jangan terlalu dipikirkan. Masa lalu ada agar bisa menjadi pelajaran bagi masa depan, kan?" kata Fon – membuat Lal tersentak. Yah, kata-kata Fon memang sering bijaksana.
"Tidak semudah itu, kan, Fon," balas Lal.
Fon hanya mengangkat bahu. "Yah, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi setidaknya, cobalah move on dari apa yang sudah terjadi. Hidup itu berjalan terus, Lal. Kita hidup untuk masa depan, bukan?" Fon lalu duduk di sebelah Lal.
"Yeah," ucap Lal singkat.

jauh kau pergi meninggalkan diriku
disini aku merindukan dirimu
kini kucoba mencari penggantimu
namun tak lagi kan seperti dirimu
oh kekasih
Tidak terasa, sudah 4 bulan berjalan setelah pertarungan itu. Tsuna sedang seru-serunya maen pump it up bersama – ehem, Cloud Guardian, Hibari Kyoya. Di ruang yang khusus disediakan untuk game – entah itu console, PC, dan yang lainnya. You want to know why they're playing that dancing game? Well – Sebenernya Hibari tuh gemes banget sama Tsuna, gara-gara doi masih belom bisa ngalahin Tsuna dalam game pump it up itu. Tsuna jago loh maennya, jangan salah. (A/N: Sebenernya author juga bingung kenapa Tsuna bisa jago banget maen pump it up).
Gokudera dan Yamamoto sedang sibuk sendiri bermain game Resident Evil 6. Biasa, rebutan. Duh, biar udah 10 tahun berlalu, hubungan mereka tetep aja begitu. Berantem. Baikan. "Bermain" ketika malam. Berantem lagi. Baikan lagi. Mesra-mesraan lagi. Ya begitu aja.
Mukuro ama Chrome asyik aja tuh, nonton film layar lebar, di ruang theatre milik Vongola. Filmnya lagi romantis-romantisnya tuh. Biasa, twilight saga. (A/N: *Kemudian Hening*) Chrome masih saja malu-malu bila berada dekat dengan Mukuro.
Lambo dan Ryohei sedang sibuk karaokean di ruang music. Lagu Alamat Palsu-nya Ayu T*ng-T*ng menggema di ruang kedap suara itu. Duh, mesranya (?) mereka berdua.
Verde masih sibuk dengan penelitian aneh bin ajaibnya.
Fon sibuk sparring dengan I-pin. Gerakan I-pin jauh lebih baik dibandingkan 10 tahun yang lalu.
Viper bersembunyi di ruang theatre, menguntit Mukuro dan Chrome yang sedang bermesraan.
Reborn entah pergi kemana. Tidak ada yang tahu.
Lal? Well – You know, dia lagi termenung sambil menonton televisi sendiri di dining room headquarter. Sepertinya Vongola memiliki banyak sekali televisi.
=o=
Sinetron itu – sungguh "menusuk" perasaan Lal. Well – kita tahu sinetron di Indones*a tidak ada yang menarik, tapi ini bukan Indones*a, kawan, tapi Italy. Ceritanya menyentuh perasaan. Tanpa sadar air mata Lal menetes – sepertinya cerita di sinetron Italy itu merepresentasikan keadaannya sekarang.
"Ciao – Lal," terdengar sebuah suara nge-bass yang sudah tidak asing lagi di telinga Lal.
"No way. Inikah yang namanya delusi karena aku terlalu sering memikirkan dia?" ucap Lal pada dirinya sendiri.
"Lal? Ada apa, Lal? Kenapa dirimu menangis? Aku tidak pernah melihat seorang Lal Mirch – yang notabene seperti lelaki, menangis," kata suara itu lagi.
Merasa itu bukan delusi, Lal menoleh ke arah suara itu.
"Co – Colonello.." Lal berdiri seketika, namun kemudian jatuh terduduk. Ia tidak mampu berkata apa-apa. Ia melihat Colonello datang bersama Reborn. Ternyata Reborn pergi secara misterius untuk menjemput Colonello – sepertinya untuk memberi sebuah kejutan kecil untuk Lal.
"It has been a while, right? Mi manchi*, Lal," Colonello menatap wanita dihadapannya dengan tatapan campur aduk – geli, kangen, bingung, dan sebagainya.
"Ke.. Kemana saja kau, Colonello? Kupikir kau sudah tidak ada. Kupikir aku sudah tidak akan melihat dirimu lagi," balas Lal. Ia terisak. Ia bingung harus senang, kesal, atau sedih.
"Banyak yang harus kuceritakan padamu. Pada kalian semua. Maafkan aku karena sudah menghilang tanpa kabar. Lagipula – hari ini adalah hari ulang tahunmu, kan? Buon Compleanno, maestra**," Colonello berjongkok sambil menghapus air mata Lal. "Jangan menangis, Lal. Aku sudah cukup sedih mendengar cerita Reborn tentang dirimu selama empat bulan ini," lanjut Colonello lalu memeluk Lal.
Lal tersentak. Bahkan dia lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya – 20 Febuari. Lalu ia menatap Reborn.
"Gracias, Reborn."
"Hmmh," balas Reborn singkat. Senyum tipis menghiasi wajah Reborn.
Colonello menceritakan semua kejadian setelah ia terjatuh ke dalam jurang tak berujung itu. Ia diselamatkan oleh seseorang yang tidak dikenal, kemudian memulihkan kesehatannya di sana. Kemudian, Colonello berniat untuk memberi kejutan pada Lal dan seluruh anggota Headquarter yang lain – yang notabene menganggap ia sudah tidak ada. Well – kejutan itu berhasil. Tsuna, Ryohei, Yamamoto, Gokudera, Chrome, Mukuro, Lambo, arcobaleno (kecuali Reborn), serta para gadis-gadis yang tinggal di situ terkejut melihat kedatangan Colonello.
Hari itu – 20 Febuari 2020, menjadi hari yang membahagiakan untuk Lal, karena pada akhirnya ia dapat melihat Colonello kembali. Lalu, ternyata keluarga Vongola sudah menyiapkan kejutan yang manis untuk menyemangati Lal kembali.
Yeah – itulah namanya keluarga Vongola. Mereka tidak akan pernah membiarkan salah satu anggotanya larut dalam kesedihan yang berkepanjangan.
* Mi manchi = I miss you
** Buon Compleanno = Happy birthday. Maestra = It can translate as teacher or mistress.
-The End-

Rabu, 04 April 2012

"Ngerelain" itu ga gampang

Well, setelah sekian lama, gue berhasil menemukan sesuatu untuk kembali nulis di sini.

--

Oke, gue sayang sama seseorang. Dan ini sekali-kalinya gue sayang sama orang yang bahkan belom gue temuin. Kayaknya si doi juga sama. Yah, baru feeling aja sih. Si doi ini kelas 12, otomatis tahun depan -- bukan, tahun ini deh -- dia beranjak ke college. Well -- gue berharap dia mau ke universitas yang gue tempatin sekarang. Tapi, kayaknya hal itu ga mungkin terjadi.

--

Beberapa bulan yang lalu, dia sempet nanya2 soal universitas. Yah, gue jawab sana sini. Terus dia juga ngungkapin kalo dia daftar ke UPH -- itu tuh, universitas bagus yang mahalnya naudzubillah. Katanya dia daftar beasiswa di sana. Dan doi juga mau masuk UI, kalo seandainya nggak di terima di UPH. Gue berpikir, yang namanya universitas swasta itu, buka pendaftaran cuma buat narik duit pendaftarnya doang (kan nggak semua fakultas diminati oleh anak kelas 12), toh ujung2nya juga pasti keterima.

Dalam hati gue bilang, please, jangan keterima di UPH dong, biar ntar dia nyoba SNMPTN, siapa tau bisa bareng sama gue. Tapi hati kecil gue bilang, ini kan keputusan dia buat nentuin tempat kuliah, kok jadi lo yang ribet sih? Lo tuh EGOIS, shab. Gue berusaha nutup2in omongan hati kecil gue.

--

memang pada akhirnya doi keterima di UPH, sesuai dengan dugaan gue. Well -- lo tau apa yang gue rasain? Kecewa. Iya, KECEWA. Kecewa karena pada akhirnya lo nggak akan satu universitas sama gue. Walaupun gue bilang pengen liat perpus sana kayak apa, tapi tetep aja, sakit. Memang gue bilang selamat ama lo, memang gue seneng ngeliat lo seneng, TAPI TETEP AJA ADA PERASAAN SEDIH DI HATI GUE, TAU?! Beberapa hari gue berpikir untuk mengikhlaskan semuanya. *lebaaay*

Pada akhirnya, gue emang bisa nerima. Karena nggak semua yang lo pengen itu bisa lo dapetin.

Gue harus bisa ngerelain lo di sana, say. Nggak selamanya kamu harus dideketku, kan? :"(

Tapi tolong, peka lah sama perasaan gue kali ini.

Rabu, 11 Januari 2012

Bad News in the morning

Lagi2 gue denger kabar yang kurang menyenangkan tadi pagi. Senior gue pas SMA, senior rohis, pula, nama nya Arum, baru aja meninggal jam 5 pagi. Meninggalnya gara2 ketiban pohon tumbang. Kejadiannya (gue yakin) minggu lalu, pas ujan angin. Yah, saat itu gue emang lagi di depok, dan ujan disana tuh nggak kenceng2 amat. Gue tau kalo jakarta ujan angin itu pas sampe stasiun gambir. Jalanan basah, ada pohon yang jatoh. Dan besoknya, gue denger kabar dari kak Debora kalo kak Arum kecelakaan. Yah, mungkin gue ga tau nama nya, tapi kalo liat muka, pasti gue tau.

Belom juga setahun, alumni 21 angkatan 2010 udah pergi 2 orang. Dulu pas bulan juni 2011, anak Teknik Kimia UI, alumni 21, kak Dini, meninggal gara2 ada penggumpalan di otak. Terus sekarang kak Arum, meninggal karena cedera parah di otak, yang di sebabkan pohon tumbang itu. Ah buseeet, kenapa banyak amat musibahnya :"

Gue pribadi, berduka cita banget karena gue pernah jadi junior mereka di sklh, pernah jadi adik mentor mereka.
Dan gue tau, Allah pasti sayang sama mereka karena dipanggil duluan. :")

Minggu, 01 Januari 2012

My OC(s)

Ciao~ Baru sekarang gue keinget nulis beberapa hal tentang 2 OC gue. Hehe. Stay tune!

Bleach
Name: Kisuke 'Hikari' Shihouin.
Date of Birth: Karakura Town, 2nd January (I dunno about the year)
Siblings: Hiroshi and Hirako (twins)
Height/Weight: 170 cms, 74 kgs
Occupation: student in Karakura Senior High School, Shinigami
Zanpakuto: Hikori Okami (火 氷 ドラゴン)
Command: Crush them all
Bankai: Douija Hikori Okami
Third seat of 10th division, captain in 5th division (later).
Spouse: Ulquiorra Schiffer (later)
Favourite food: Roasted chicken
First daughter of Kisuke Urahara and Yorouichi Shihouin
Be friend wth Ichigo and the gank, Hinamori and Rangiku

Yu-Gi-Oh! GX
Name: Alicia Rhodes
Date of Birth: Domino City, 2nd January 1992
Siblings: Atticus Rhodes and Alexis Rhodes
Dormitory: Ra Yellow (as a freshman and sophomore student), Obelisk Blue (as a senior student)
Spouse: Bastion Misawa (later)
Deck: Stable deck; Undersky deck
Favourite food: Chinesse food
Favourite card(s): Blue Eyes White dragon and Dark Magician Girl.
Be friend with Jaden and the gank.



Rabu, 07 Desember 2011

I'm the Griffindor one!


The sorting hat says that I belong in Gryffindor!






Said Gryffindor, "We'll teach all those with brave deeds to their name."


Students of Gryffindor are typically brave, daring, and chivalrous.
Famous members include Harry, Ron, Hermione, Albus Dumbledore (head of Hogwarts), and Minerva McGonagall (head of Gryffindor).



Take the most scientific Harry Potter
Quiz
ever created.


Get Sorted Now!


Rabu, 23 November 2011

Last night.

Well well, sebenernya gue ga tau harus nulis ini ato nggak.
Gue mimpi *cukup* aneh kemaren. Gue terapung sendiri (nggak sendiri sih, gue ditemenin ama seekor lumba-lumba warna pink) -- di tengah laut gitu. Terus. Yang paling aneh adalah; ternyata mimpi gue itu ada di dunia-nya Hetalia.

Di tengah-tengah keadaan yang udah capek banget, tiba2 ada kapal yang ngedeketin gue. Guess what? Itu kapalnya Ludwiiiig~ Oh SH*T man, ga salah, nih?! Oke, first, gue diselamatkan oleh seorang karakter berkebangsaan Jerman yang seksi abis, Ludwig. Ternyata, di kapal itu Ludwig ga sendiri. Dia bareng sama Gilbert (ato siapalah namanya itu), kakaknya. Rambutnya putih dengan mata merah (agak) menyeramkan. Si Gilbert ini lagi gendong2 anak yang kayaknya mirip banget sama dia, dan sedang ketawa2 bareng seorang wanita cantik berambut coklat, Err.. Elizaveta, looks like that. Entah apa yang akan mereka lakukan di kapal ini.

"Kita mau liburan di kepulauan milik Alfred. Tadi temanku, Feli, udah ke sana duluan, bareng yang yang laen," kata Ludwig. Datar. Gue makin bingung.

Sampe di pulau itu, gue sendiri terpukau. Cantik. Sekali.

"Nyuu, Ludwiggg, akhirnya kau sampai jugaa," kata seseorang berambut merah, lumayan imut.
"Hei, sudahlah, Feli, kau ini," balas Ludwig malu-malu.

Well, Feli ini imut banget jadi cewek. *sori, dalam mimpi gue, ternyata 'Feli' itu adalah Fem!Italy*

"Kau ngajak siapa, Lud?" tanya Feli.
"Err.. Tadi dia terapung di laut, sekalian aja aku bawa ke sini."
"Oooh."

Feli berajalan mendekatiku.
"Ciao. Aku Feliciana," katanya padaku, sambil mengulurkan tangannya.
"Ha.. Halo. Shabrina," jawabku membalas uluran tangannya.

AAA, GUE MIMPI KAYAK BEGINI, KENAPAAA?!

Gue diajak masuk oleh Feli, untuk menaruh barang sekaligus memberi makan peliaharanku, si lumba-lumba pink. Ketika masuk, aku bertemu seorang lelaki sedang membaca buku, bertelanjang dada, dengan alis yg super-duper tebel (sumfah, lebih tebel dari yg di anime) -- Yah, siapa lagi kalo bukan Arthur. Ia hanya mengangguk ketika Feli dan aku lewat.

Gue dikenalin ama temen2 mereka. Dan yang menurut gue bener2 imut aslinya, adalah Yao. Jauh lebih imut dari anime-nya. Ivan juga, tingginya jauh dari perkiraan.

Oh well, endingnya: gue diajak maen sama mereka. Dan anehnya gue langsung iya2 aja. Padahal, sebenernya, gue butuh penyesuaian paling ga 1 hari..

SUMPAH. GUE EMANG SERING NGOMONGIN HETALIA SAMA TEMEN GUE, TAPI GUE GA NYANGKA KALO HAL ITU BISA SAMPE KEBAWA MIMPI.

Selasa, 22 November 2011

3 months as a freshman

"Don't judge a book by it's cover".

Kalimat yang selalu gue inget, tapi susahnya minta ampun buat dilakukan. Suer, deh. Yah, itulah yang gue alami selama kurang lebih 3 bulan ini.

First, I'm a freshman in University of Indonesia. Fakultät für Psychologie. Gott sei Dank, dass Sie meinen Weg näher an meinen Traum. Yah, walau nyangkutnya di kelas paralel, sih. :)

Second, I have a lot of new friends. But I only close with few of them. Thanks God (again), you make my day brighter by some new friends.

Third, I hear gossip that 1 of my friend is gay. What? I really don't believe it. I checked it at his facebook, and it's true what my friends' words. *Sighed*
But, time flies. Very fast. And you know, he doesn't like what I think. Also, he is not gay. He still love girls, but also boys, too (yeah, it's better, I think). I don't really get it, but he really a nice guy. Err.. A little different from another boys, but he really2 a nice guy! His style (maybe) looks like a gals, but it's not the problem, right?

From the third point, I learn that we can't judge someone only by hearing a gossip, or just searching his social life in facebook, but we also need to learn directly by be friend with him/her.